Minggu, 12 Januari 2020

Audit Teknologi Sistem Informasi

*Audit internal

Yaitu auditor yang bekerja untuk entitas atau perusahaan yang mereka audit. Hasil audit
manajemen biasanya akan berguna untuk manajemen perusahaan tersebut.

*Audit Sistem Informasi

Yaitu pemeriksaan sistem yang mengatur
pengembangan,pengoprasian,pengembangan,pemeliharaan dan  keamanan sistem aplikasi
dalam lingkungan tertentu. Jenis audit ini melibatkan pusat data,sistem operasi,perangkat
lunak yang digunakan.

*Audit Kecurangan

Berbagai prosedur yang dilakukan untuk untuk memeriksa apakah suatu laporan keuangan
perusahaan terindikasi telah terjadi suatu bentuk kecurangan yang dilakukan secara sengaja
oleh pihak-pihak tertentu sehingga menimbulkan salah saji yang material sehingga bisa
menipu para pengguna laporan keuangan.

*Audit Keuangan

Yaitu audit yang dilakukan oleh auditor terhadap laporan-laporan keuangan pada
suatu perusahaan, apa laporan keuangan yang disajikan telah sesuai dengan kriteria yang
telah ditetapkan atau belum. Hasil dari audit ini nantinya akan disampaikan kepada pihak
eksternal misalnya seperti para pemegang saham perusahaan tersebut.

Risiko Audit atau Audit Risk (AR) adalah kemungkinan risiko salahsaji bersifat material
dan/atau penggelapan (fraud) yang bisa lolos dari proses audit jika auditor tidak melakukan
tugasnya secara cermat.
Mengingat risiko itu maka, auditor harus melakuka pemeriksaan risiko (risk assessment)
sebelum menjalankan proses audit, tepatnya pada fase perencanaan audit (audit planning).
Tujuannya: Untuk mengukur dan memetakan risiko audit yang mungkin timbul thus bisa
menentukan dimana proses pemeriksaan dilaksanakan secara ketat dan dimana agak longgar,
dimana audit penuh (full audit) dan dimana secara acak (random audit).

1. ISACA

ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi
yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap
Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan
akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.
ISACA didirikan oleh individu yang mengenali kebutuhan untuk sumber informasi terpusat
dan bimbingan dalam bidang tumbuh kontrol audit untuk sistem komputer. Hari ini, ISACA
memiliki lebih dari 115.000 konstituen di seluruh dunia dan telah memiliki kurang lebih
70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor
sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat
perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang
yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.
• Sifat khusus audit sistem informasi, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk
melakukan audit SI memerlukan standar yang berlaku secara global
• ISACA berperan untuk memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan
• Dalam famework ISACA terkait, audit sistem informasi terdapat Standards, Guidelines and
procedures
• Standar yang ditetapkan oleh ISACA harus diikuti oleh auditor.
• Guidelines memberikan bantuan tentang bagaimana auditor dapat menerapkan standar
dalam berbagai penugasan audit.
• Prosedur memberikan contoh langkah-langkah auditor dapat mengikuti penugasan audit
tertentu sehingga dapat menerapkan standar.
• Namun, IS auditor harus menggunakan pertimbangan profesional ketika menggunakan
pedoman dan prosedur.

2. COSO

The Comitte of Sponsoring Organizations of the treadway commission’s (COSO) dibentuk
pada tahun 1985 sebagai alinasi dari 5 (lima) organisasi professional. Organisasi tersebut
terdiri dari American Accounting Association, American Instititue of Certified Public
Accountants, Financial Executives International, Instititute of Management Accountants, dan
The Institute of Internal Auditors. Koalisi ini didirikan untuk menyatukan pandangan dalam

komunitas bisnis berkaitan dengan isu-isu seputar pelaporan keuangan yang mengandung
fraud.
Secara garis besar, COSO menghadirkan suatu kerangka kerja yang integral terkait dengan
definisi pengendalian intern, komponen-komponennya, dan kriteria pengendalian intern yang
dapat dievaluasi. Pengendalian internal terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan.
Komponen-komponen tersebut memberikan kerangka kerja yang efektif untuk menjelaskan
dan menganalisa sistem pengendalian internal yang diimplementasikan dalam suatu
organisasi. Komponen-komponen tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan pengendalian
2. Penilaian resiko
3. Aktifitas pengendalian
4. Informasi dan komunikasi
5. Pemantauan

3. ISO 1799

Menghadirkan sebuah standar untuk sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi
dokumen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab
menyediakan semua pemakai dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi,
mengembangkan suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus
kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk
pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan.

1. LPAI
LPÄI Lembaga Pengembangan Auditor Internal adalah lembaga yang concern terhadap
pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi training dari Proesdeem
Indonesia lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada
pelatihan manajemen — LPÄI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit
secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang
diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate — mengacu pada
perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir — dimana benchmarknya
adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah dikenal baik reputasinya
di dunia.

Selain itu program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga
instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor ataupun praktisi
manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan Ph.D. dari dalam dan luar
negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian
atau profesi seperti CIA, CFE, CISA, dan sebagainya.

2. BPK

BPK RI didirikan tahun 1946 yang bertugas untuk melakukan audit yang berkaitan dengan
pengelolaan keuangan negara dan tanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah pusat,
pemerintah daerah, lembaga negara lain seperti Bank Indonesia, BUMN, BUMD, Dewan
Pelayanan Publik, dan lembaga lain yang mengelola keuangan negara. BPK RI menyerahkan
hasil audit kepada DPR, DPD, dan DPRD sesua dengan kewnangan masing-masing..

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (disingkat BPK RI) adalah lembaga tinggi
negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menurut UUD 1945, BPK merupakan
lembaga yang bebas dan mandiri. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (disingkat
BPK RI) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki
wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menurut UUD
1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri.

3. BPKP

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, atau yang disingkat BPKP, adalah
Lembaga pemerintah nonkementrian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang pengawasan keuangan dan pembangunan yang berupa Audit, Konsultasi, Asistensi,
Evaluasi, Pemberantasan KKN serta Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.

Hasil pengawasan keuangan dan pembangunan dilaporkan kepada Presiden selaku kepala
pemerintahan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan dalam
menjalankan pemerintahan dan memenuhi kewajiban akuntabilitasnya. Hasil pengawasan
BPKP juga diperlukan oleh para penyelenggara pemerintahan lainnya termasuk pemerintah
provinsi dan kabupaten/kota dalam pencapaian dan peningkatan kinerja instansi yang
dipimpinnya.

Pengantar Animasi Dan Disain Grafis

Pengertian Design Grafis

Pengertian Design Grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.
Secara singkat, design grafis diartikan sebagai suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.

Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Sehingga batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Prinsip dan Unsur desain

Ketika membahas unsur dalam desain grafis maka tidaklah berbeda dengan dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual.
Prinsip-prinsip dan Unsur dalam design grafis hampir sama dengan design lainnya :
  • Keseimbangan (balance),
  • Ritme (rhythm),
  • Tekanan (emphasis),
  • Proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity),

Peralatan Desain Grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Perancang grafis

Perancang grafis atau sering disebut dengan Desainer grafis (bahasa Inggris: Graphic Designer) adalah profesi yang menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau grafis motion. Seorang desainer grafis menciptakan karya untuk penerbit, media cetak dan elektronik, seperti brosur dan mengiklankan produk.
Mereka bertanggung jawab untuk sebuah tampilan agar tampak menarik, yang bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk materi promosi yang berkaitan dengan produk dan publik.

Keterampilan Design Grafis

Berikut adalah beberapa ketrampilan design grafis :

Seni Visual

Ilmu yang termasuk dalam seni visual antara lain adalah fotografi dan digital imaging.

Tipografi

Tipografi merupakan seni dalam merancang, menyusun dan memodifikasi huruf. Tipografi melibatkan beberapa pengaturan pada huruf seperti ukuran huruf, jenis huruf, tracking (jarak antar huruf secara umum), kerning (jarak antar dua huruf yang spesifik), dan leading (jarak antar baris).

Tata Letak

Tata letak adalah seni dalam menyusun elemen (konten) yang ada pada sebuah halaman, seperti penempatan gambar dan teks. Ketrampilan ini umumnya digunakan dalam media cetak seperti majalah, buku, koran, tabloid, dsb. Tata letak pada sebuah media cetak yang baik akan menambah kenyamanan pembacanya.

Desain Interaksi

Sejak perkembangan dunia teknologi informasi, para desainer grafis mulai berperan dalam merancang tampilan perangkat lunak (Antarmuka Pengguna Grafis atau APG (Inggris: Graphical User Interface (GUI))) dan tampilan dari halaman web.
Desainer grafis bekerja sama dengan pengembang situs web atau pengembang perangkat lunak dalam merancang tampilan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna saat menggunakan perangkat lunak atau mengunjungi halaman web.

Perangkat Lunak Desain Grafis

Ada beberapa perangkat lunak yang digunakan dalam desain grafis:
  • Desktop publishing
  • Adobe Photoshop
  • Adobe Illustrator
  • Adobe Indesign
  • Coreldraw
  • GIMP
  • Inkscape
  • Macromedia Freehand
  • Adobe image ready
  • CorelDraw
  • Adobe Page Maker
  • Paint Tool SAI

Webdesign

  • Adobe Dreamweaver
  • Microsoft Frontpage
  • Notepad
  • Adobe Photoshop
  • Macromedia firework

Audiovisual

  • Adobe After Effect
  • Adobe Premier
  • Final Cut
  • Adobe Flash atau sebelumnya Macromedia Flash
  • Ulead Video Studio
  • Magic Movie Edit Pro
  • Power Director

Rendering 3 Dimensi

  • 3D StudioMax
  • Cinema 4d
  • Maya
  • AutoCad
  • Google SketchUp
  • Light Wave
  • Blender
  • Softimage

Kamis, 29 Desember 2016

TUGAS SOFTSKILL REVIEW JURNAL CASE-BASED REASONING UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT THT (TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN)



A.Sumber
Judul:CASE-BASED REASONING UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT THT (TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN)
Penyusun:Tedy Rismawan dan Sri Hartati
Lembaga:Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM, Yogyakarta
Link:Link : https://jurnal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/2154/1934
B.Pendahuluan
Case-Based Reasoning (CBR) merupakan sistem penalaran komputer yang menggunakan pengetahuan lama untuk mengatasi masalah baru.CBR memberikan solusi terhadap kasus baru dengan melihat kasus lama yang paling mendekati kasus baru. Hal ini akan sangat bermanfaat karena dapat menghilangkan kebutuhan untuk mengekstrak model seperti yang dibutuhkan oleh sistem berbasis aturan. Penelitian ini mencoba untuk membangun suatu sistem Penalaran Berbasis Kasus untuk melakukan diagnosa penyakit THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan).
Proses diagnose dilakukan dengan cara memasukkan kasus baru (target case) yang berisi gejala-gejala ang akan didiagnosa ke dalam sistem, kemudian sistem akan melakukan proses indexing dengan metode backpropagation untuk memperoleh indeks dari kasus baru tersebut. Setelah memperoleh indeks, sistem selanjutnya melakukan proses perhitungan nilai similarity antara kasus baru dengan basis kasus yang memiliki indeks yang sama menggunakan metode cosine coefficient. Kasus yang diambil adalah kasus dengan nilai similarity paling tinggi. Jika suatu kasus tidak berhasil didiagnosa, maka akan dilakukan revisi kasus oleh pakar. Kasus yang berhasil direvisi akan disimpan ke dalam sistem untuk dijadikan pengetahuan baru bagi sistem. Hasil penelitian menunjukkan sistem penalaran berbasis kasus untuk mendiagnosa penyakit THT ini membantu paramedis dalam melakukan diagnosa. Hasil uji coba sistem terhadap 111 data kasus uji, terdapat 9 kasus yang memiliki nilai similarity di bawah 0.8.
C.Metode Penelitian
Proses pada sistem dimulai dengan melakukan pembentukan indeks untuk kasus-kasus yang ada, indeks pada kasus yang ada diperoleh dari pakar. Setelah diperoleh indeks dari setiap kasus yang ada, maka proses selanjutnya adalah melatih kasus-kasus yang ada dengan backpropagation, dimana gejala dari kasus menjadi data input dan indeks pada kasus menjadi target. Hasil dari pelatihan backpropagation berupa nilai bobot akhir yang nantinya akan digunakan untuk proses indexing pada kasus baru.
3

Proses selanjutnya yang terjadi pada sistem adalah menginisialisasi gejala yang dialami oleh pasien yang dianggap sebagai kasus baru, setelah itu sistem akan melakukan proses indexing terhadap kasus baru tersebut berdasarkan nilai bobot akhir backpropagation yang telah dilatih sebelumnya berdasarkan kasus-kasus lama. Setelah memperoleh indeks dari kasus baru, maka selanjutnya sistem melakukan perhitungan nilai similarity kasus baru terhadap kasus yang lama yang memiliki indeks sama. Proses perhitungan similarity mengunakan Cosine Coefficient. Nilai similarity berkisar antara 0 sampai dengan 1. Apabila similarity kasus baru dengan salah satu kasus yang ada pada basis kasus bernilai 1, berarti kasus baru tersebut sama dengan kasus lamayang ada dalam basis kasus.
Apabila similarity kasus baru memiliki nilai 0.8, maka kasus baru akan menggunakan solusi yang sama dengan kasus lama yang ada pada basis kasus. Namun, apabila nilai similarity tidak mencapai nilai 0.8, maka dianggap kasus baru tersebut tidak memiliki solusi dan kasus tersebut selanjutnya akan disimpan sebagai kasus baru yang nantinya akan dievaluasi oleh pakar (revise) dan disimpan kembali ke dalam sistem sebagai kasus baru dengan solusi yang telah diberikan (retain).
D.Hasil dan Pembahasan
1.Proses pengisian case base
Tahap awal dari penggunaan sistem proses adalah pengisian case base. Data-data kasus yang akan dimasukkan ke dalam case base diperoleh dari data rekam medis Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok (THT) RSUD dr. Soedarso, Pontianak. Terdapat 106 gejala THT dan 38 nama penyakit yang dibagi menjadi 3 kelas dan 9 subkelas. Kasus yang dimasukkan ke dalam case base sebanyak 208 kasus. Setiap gejala penyakit dibagi menjadi 4 kategori yaitu Tidak, Sedikit, Cukup dan Ya. Nilai untuk masing-masing kategori adalah 0 untuk Tidak, 0.33 untuk Sedikit, 0.67 untuk Cukup dan 1 untuk Ya. Pemberian nilai dari masing-masing gejala untuk setiap kasus dilakukan oleh Pakar.
2.Proses pelatihan basis kasus
Proses pelatihan data kasus dengan backpropagation dilakukan untuk memperoleh bobot jaringan yang akan digunakan pada proses indexing kasus baru. Pada proses ini jaringan backpropagation digunakan untuk melatih semua data yang ada pada basis kasus dengan data gejala sebagai input pelatihan dan data subkelas sebagai target pelatihan. Sebelum melakukan pelatihan, admin sebagai user yang memiliki hak akses proses pelatihan harus mengisi parameter pelatihan terlebih dahulu. Pemilihan parameter jaringan akan mempengaruhi pembelajaran yang dilakukan oleh jaringan, sehingga harus digunakan parameter yang baik dalam melakukan pelatihan. Namun, untuk memperoleh parameter pelatihan yang baik maka harus dilakukan percobaan satu per satu terhadap parameter jaringan. Pada penelitian ini parameter pelatihan yang digunakan adalah :
  • Laju pembelajaran : 0.3
  • Target error : 0.00001
  • Maksimum epoh : 15000
3.Hasil Pengujian
Pada bagian ini akan dilakukan pengujian kasus riil terhadap sistem. Kasus yang akan diuji memiliki gejala sebagai berikut :
  • Demam : Ya
  • Nyeri telinga : Ya
  • Rasa penuh di telinga : Ya
  • Pendengaran berkurang : Cukup
  • Telinga berdengung : Sedikit
  • Cairan telinga bening : Ya
  • ISSN: 1978-1520
  • Laju pembelajaran : 0.3

Terdapat 106 gejala yang ada di dalam penelitian yang dapat dipilih. Berdasarkan tabel gejala, dapat diketahui bahwa gejala yang dipilih pada pengujian ini adalah gejala dengan indeks 1, 2, 5, 7, 8 dan 10.
Selanjutnya nilai dari gejala ini dimasukkan ke dalam sebuah array yang memuat semua gejala. Array penyimpanan memiliki 106 nilai dimana semua nilai untuk gejala yang tidak dialami akan diberi nilai 0, dan gejala yang dialami akan diberi nilai sesuai dengan tingkatan gejala dimana “Sedikit” bernilai 0.33, “Cukup bernilai 0.67 dan “Ya” bernilai 1.

4


Setelah diperoleh nilai similarity kasus uji dengan semua kasus yang memiliki indeks yang sama, maka langkah selanjutnya adalah mencari nilai similarity terbesar. Berdasarkan nilai similarity yang diperoleh pada tabel 3, dapat diketahui bahwa nilai similarity terbesar adalah 1 dan terdapat pada kasus ke-3 dimana pada tabel kasus dapat diketahui bahwa kasus 3 merupakan kasus yang memiliki id_penyakit 1. Kemudian id_penyakit yang diperoleh digunakan untuk mengambil nama penyakit pada tabel penyakit sehingga dapat diambil keputusan bahwa kasus uji tersebut memiliki kemiripan yang paling tinggi tehadap kasus 1 yang memiliki id_penyakit 1 yang merupakan penyakit Otitis Media Akut.


1

Proses pengujian tersebut dilakukan terhadap 111 kasus baru. Kasus baru yang digunakan pada pengujian merupakan kasus yang pernah terjadi sebelumnya, namun tidak digunakan pada basis kasus.Tabel 6.3 menunjukkan nilai similarity kasus-kasus yang diuji terhadap sistem. Hasil uji coba menunjukkan, dari 111 kasus uji, terdapat 9 kasus yang memiliki nilai similarity di bawah 0.8 dan 102 kasus yang memiliki nilai similarity di atas 0.8. Gambar 11 merupakan grafik hasil pengujian terhadap 111 data kasus uji.
2

E.Kesimpulan
  1. Penggunaan metode backpropagation pada proses indexing dapat membantu sistem dalam melakukan retrieval karena dengan menggunakan backpropagation, pencarian nilai similarity cukup dilakukan terhadap kasus yang memiliki indeks yang sama dengan kasus baru. Namun dalam proses pelatihan, backpropagation memerlukan waktu yang cukup lama karena harus mencoba parameter pelatihan satu per satu untuk memperoleh jaringan yang terbaik.
  2. Sistem akan memberikan solusi apabila kasus baru memiliki nilai similarity lebih besar dari 0.8 terhadap kasus lama.
  3. Hasil uji coba dari 111 kasus uji, terdapat 9 kasus yang memiliki nilai similarity di bawah 0.8.
  4. Ada 2 kondisi revisi kasus: pertama, kasus yang didiagnosa tidak mempunyai kemiripan sama sekali dengan kasus-kasus yang ada dalam case-base. Kedua, kasus memiliki kemiripan dengan kasus yang ada dalam case-base tetapi memiliki nilai similarity dibawah 0.8.
F.Saran
  1. Penggunaan metode backpropagation pada proses indexing dapat membantu sistem dalam melakukan retrieval karena dengan menggunakan backpropagation, pencarian nilai similarity cukup dilakukan terhadap kasus yang memiliki indeks yang sama dengan kasus baru. Namun dalam proses pelatihan, backpropagation memerlukan waktu yang cukup lama karena harus mencoba parameter pelatihan satu per satu untuk memperoleh jaringan yang terbaik.
  2. Sistem akan memberikan solusi apabila kasus baru memiliki nilai similarity lebih besar dari 0.8 terhadap kasus lama.
  3. Hasil uji coba dari 111 kasus uji, terdapat 9 kasus yang memiliki nilai similarity di bawah 0.8.
  4. Ada 2 kondisi revisi kasus: pertama, kasus yang didiagnosa tidak mempunyai kemiripan sama sekali dengan kasus-kasus yang ada dalam case-base. Kedua, kasus memiliki kemiripan dengan kasus yang ada dalam case-base tetapi memiliki nilai similarity dibawah 0.8.

Kamis, 17 November 2016

TUGAS V-CLASS PBO

Algoritma Buku Alamat


Berbicara mengenai algoritma, hal yang pertama kali muncul di benak penulis adalah dunia pemrograman. Ya, kebanyakan orang memang mengenal algoritma hanya sebagai salah satu bagian dari dunia pemrograman komputer. Padahal, jika diteliti lebih dalam lagi, algoritma ternyata memiliki cakupan yang jauh lebih kompleks dibandingkan apa yang ada di pikiran kebanyakan orang.
Istilah algoritma normalnya memang banyak digunakan dalam aktivitas pemrograman komputer. Bagi orang – orang yang berasal dari latar belakang dunia pemrograman komputer, istilah algoritma tentunya bukanlah isitilah yang asing di telinga mereka. Akan tetapi, bagi kebanyakan orang awam yang tidak berasal dari dunia komputer, istilah ini tentunya bukanlah istilah yang familiar di telinga mereka.
Lantas apa sih sebenarnya algoritma itu?
Pengertian algoritma pada dasarnya adalah susunan logis dan sistematis yang digunakan untuk memecahkan atau pun menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Jadi, setiap susunan logis yang diurutkan berdasarkan sistematika tertentu yang dipakai untuk menyelesaikan permasalahan dapat digolongkan sebagai sebuah algoritma. Susunan atau pun langkah – langkah memasak mie intan misalnya, langkah – langkah sistematis yang digunakan untuk memasak mie instan dapat digolongkan ke dalam logaritma, karena menyelesaikan sebuah permasalahan yaitu permasalahan lapar yang dirasakan oleh manusia.
Dalam dunia komputer sendiri, algoritma merupakan sistem kerja komputer yang terdiri atas sekumpulan perintah terintegrasi pada brainware, software, dan hardware. Tanpa salah satu dari tiga bagian sistem di atas, sebuah komputer tidak akan dapat dioperasikan sama sekali.
Diketahui sebuah kasus tentang sebuah buku alamat. Buku alamat ini dalam kacamata program memiliki 1 kelas dengan nama bukuAlamat, dengan 4 buah atribut dan 4 buah method yang tergambar dalam class diagram berikut:
 Berikut keterangan Atribute dan Methodnya :






Dari keterangan tsb, didapati algoritma terhadap kelas bukuAlamat sebagai berikut:
  1. Pertama kali, user akan disajikan 5 pilihan menu pada program, yakni: (1) Input data, (2) Tampilkan data, (3) Update data, (4) Hapus data, (5) Keluar program.
  2. User memasukkan pilihan menu program.
  3. Jika user memilih menu (1), maka user akan diminta input data nama, alamat, telp, email. Lalu data entri tersebut disimpan. Kemudian ditampilkan kembali daftar menu program pada layar (kembali ke langkah 2).    
  4. Jika user memilih menu (2), maka pada layar akan ditampilkan seluruh data yang tersimpan. Kemudian ditampilkan kembali daftar menu program pada layar (kembali ke langkah 2).
  5. Jika user memilih menu (3), maka user akan diminta input id data yang akan dilakukan update atau perubahan. Lalu layar akan menampilkan summary data dengan id yang diinputkan user. User akan ditanya, “Apakah Anda yakin ingin melakukan update data ini? [y/n]”. Lalu user input pilihan, y (yes) atau n (no). Jika user input y, maka user diminta untuk memilih atribut yang akan diupdate, dengan pilihan (a) nama, (b) alamat, (c) telp, (d) email, (e) semua data. User input pilihan menu.
    • Jika user memilih (a), maka user diminta input nama baru.
    • Jika user memilih (b), maka user diminta input alamat baru.
    • Jika user memilih (c), maka user diminta input telp baru.
    • Jika user memilih (d), maka user diminta input email baru.
    • Jika user memilih (e), maka user diminta input nama, alamat, telp, dan email baru.
Kemudian ditampilkan kembali daftar menu program pada layar (kembali ke langkah 2).
  1. Jika user memilih menu (4), maka user akan diminta untuk input id data yang akan dihapus. Lalu layar akan menampilkan summary data dengan id tersebut. Lalu user akan ditanya, “Apakah Anda yakin ingin menghapus data ini? [y/n]”. Lalu user input pilihan, y (yes) atau n (no). Jika user input y, maka data dengan id tersebut akan dihapus. Kemudian ditampilkan kembali daftar menu program pada layar (kembali ke langkah 2).
  2. Jika user memilih menu (5), maka user akan keluar dari program.
  3. Selesai

Kamis, 13 Oktober 2016

CLASS DIAGRAM DAN ATRIBUT

CLASS DIAGRAM PEMBELIAN TIKET

dalam Class diagram pembelian tiket diatas terdapat beberapa class yakni class :
1.pelanggan
2.data pemesanan
3.tiket
4.e-banking
5.admin

Selasa, 10 Mei 2016

Tugas 3 - Management Sistem Layanan Informasi

My Planning After Having Bachelor Degree

Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan S1 pasti memiliki rencana -rencana yang akan dilakukan setelah mendapatkan gelarnya. Entah untuk melanjutkan studinya, untuk meningkatkan jenjang kariernya, ataupun untuk meningkatkan bisnisnya dsb. Begitupun dengan saya.
Rencana yang mungkin menurut sebagian orang terlalu tinggi bahkan ada yang mengatakan tidak mungkin. Namun bagi saya ini adalah sebuah tantangan untuk mewujudkan mimpi dan rencana yang telah saya susun agar menjadi mungkin da tak lupa terus berdo'a. Ya, setelah menyelesikan pendidikan S1 ini saya akan melanjutkan pendidikan Master / S2 

Saya ingin menjadi pengusaha untuk menbuka lowongan kerja seluas2nya untuk membantu orang2 yang membutuhkan seperti yang keluarga saya jalankan selama ini mungkin itu impian yang tidak tinggi tapi saya rasa itu cukup mulia ^_^